Wednesday, 15 January 2014

Temperature Controller - Autonics TZN4S

Autonics TZN4S merupakan salah satu modul temperatur controller yang digunakan untuk mengatur panas dari suatu elemen pemanas. Salah satu sensor yang digunakan untuk modul temperature control ini yaitu menggunakan thermocouple. Pada umumnya mudul temperature control ini mendukung untuk berbagai tipe untuk sensor thermocouple. Namun pada penggunaanya lebih banyak memakai jenis thermocouple tipe-K yang dihubungkan dengan elemen pemanas untuk suhu atau temperature tinggi 1000 derajat celcius lebih.

Gambar modul temperature controller Autonics TZN4S

Modul ini sangat mudah digunakan dan dapat setting program untuk kenaikan dan penurunan suhu secara bertahap. Elemen pemanas yang digunakan untuk sistem pada modul ini biasanya dilakukan melalui kontaktor sebagai saklar yang dikendalikan oleh modul temperature control tersebut.

Timer Omron H3BA

Timer merupakan salah satu perangkat yang diperlukan untuk berbagai kebutuhan yang menggunakan sebuah waktu sebagai patokan. Dalam industri timer sangat diperlukan untuk mengatur kerja dari sebuah sistem seperti mengatur lamanya waktu untuk sebuah motor, lampu atau bahkan pemanas bekerja untuk bertahan dalam kondisi on atau off. Untuk memenuhi waktu yang mengatur kondisi kerja dari suatu perangkat diperlukan suatu timer yang memiliki standar dan akurasi yang baik.

Gambar Timer Omron H3BA

Salah satu jenis timer yang sudah lama menjadi standar dalam industri yaitu timer Omron H3BA. Timer Omron H3BA ini memiliki banyak kelebihan yaitu standar waktu yang digunakan bervariasi dari mulai detik, menit bahkan sampai hitungan jam. Timer Omron H3BA ini juga dapat bekerja langsung dengan instalasi listrik AC 220 Volt. Selain itu disediakan 2 buah kontak untuk Normally Open (NO) dan Normally Closed (NC) yang dapat dihubungkan dengan perangkat dengan beban arus maksimal sebesar 5 ampere. Namun biasanya untuk mengatur sebuah perangkat yang memiliki beban arus yang sangat besar biasanya ditambahkan sebuah kontaktor yang dikonfigurasi dengan timer Omron H3BA tersebut.

 Gambar Pin kontak untuk NO dan NC Omron H3BA

Berikut ini akan dijelaskan fungsi masing masing tombol dan indikator pada timer Omron H3BA


Keterangan gambar pada timer diatas:
  1. Indikator lampu proses timer berlangsung (led akan berkedip bila timer aktif)
  2. Tombol untuk menentukan nilai waktu (diputar sesuai nilai yang ditunjukkan jarum merah)
  3. Nilai jangkauan waktu maksimal (dapat diubah dari detik / menit / jam)
  4. Tombol untuk mengubah jangkauan waktu (dapat diubah dari detik / menit / jam)
  5. Tombol untuk megubah skala timer (digit angka)
  6. Soket untuk terminal kontak timer Omron H3BA (menggunakan soket relay bulat 8 pin)
Semoga bermanfaat..............

Saturday, 4 January 2014

Dasar Pemprograman Bahasa C Untuk Mikrokontroler

Pada pemprograman bahasa C untuk mikrokontroler harus disesuaikan dalam pemilihan tipe data dan operator yang digunakan, karena pemilihan operator dan tipe data yang tepat dapat membuat program berjalan dengan baik melalui suatu program yang sederhana dan dapat menghemat penggunaan dari memori flash mikrokontroler. Berikut ini adalah beberapa table dari tipe data dan operator yang biasa digunakan dalam pemprograman mikrokontroler dalam bahasa C.

Berikut ini contoh beberapa tipe data yang sering digunakan dalam pemprograman mikrokontroler dalam bahasa C



Tipe
Ukuran (Bit)
Range
Bit
1
0,1 (Tipe data bit hanya dapat digunakan untuk variabel global)
Char
8
-128 to 127
Unsigned char
8
0 to 255
Signed char
8
-128 to 127
Int
16
-32768 to 32767
Short int
16
-32768 to 32767
Unsigned int
16
0 to 65535
Signed int
16
-32768 to 32767
Long int
32
-2147483648 to 2147483647
Unsigned long int
32
0 to 4294967295
Signed long int
32
-2147483648 to 2147483647
Float
32
± 1.175e-38 to ± 3.402e38
Double
32
± 1.175e-38 to ± 3.402e38



















Untuk beberapa operator yang sering digunakan sebagai berikut:

Friday, 20 December 2013

Praktek Simulasi Penguat Op Amp Tak Membalik ( Non Inverting Op Amp )

Pengujian penguat op amp tak membalik dapat dilakukan menggunakan simulasi program. Suatu rangkaian penguat membalik dengan nilai resistor masukan atau input sebesar 2 K Ohm dan resistor umpanbalik atau feedback sebesar 18 K Ohm berdasarkan perhitungan akan menghasilkan penguatan sebesar 10 kali sesuai dengan artikel sebelumnya yaitu tentang penguat membalik dan tak membalik.

Berikut ini rangkaian penguat tak membalik atau non inverting op amp yang akan dilakukan simulasi:














Pada gambar diatas menunjukkan suatu rangkaian penguat menggunakan 2 buah masukan pada osiloskop. Masukan A (warna kuning) digunakan untuk melihat sinyal dari generator sinyal sedangkan masukan B (warna biru). 











Pada generator sinyal diatur untuk menghasilkan pulsa gelombang sinusoidal dengan frekuensi 1 KHz dan tegangan sebesar 1 Volt.



















Sehingga hasil dapat ditunjukkan bahwa akan diperoleh penguatan gelombang sinusoidal sebesar 10 volt (warna biru) dengan masukan gelombang sinusoidal sebesar 1 volt (warna kuning) dengan setting volt/div dan time/div pada masing masing A dan B adalah sama. Bentuk gelombang yang dihasilkan sama dan tidak berkebalikan (fasenya sama).


Thursday, 19 December 2013

Praktek Simulasi Penguat Op Amp Membalik ( Inverting Op Amp )

Pengujian penguat op amp membalik dapat dilakukan menggunakan simulasi program. Suatu rangkaian penguat membalik dengan nilai resistor masukan atau input sebesar 1 K Ohm dan resistor umpanbalik atau feedback sebesar 2 K Ohm berdasarkan perhitungan akan menghasilkan penguatan sebesar 2 kali sesuai dengan artikel sebelumnya yaitu tentang penguat membalik dan tak membalik.

Berikut ini rangkaian penguat membalik atau inverting op amp yang akan dilakukan simulasi:














Pada gambar diatas menunjukkan suatu rangkaian penguat menggunakan 2 buah masukan pada osiloskop. Masukan A (warna kuning) digunakan untuk melihat sinyal dari generator sinyal sedangkan masukan B (warna biru). 











Pada generator sinyal diatur untuk menghasilkan pulsa gelombang sinusoidal dengan frekuensi 1 KHz dan tegangan sebesar 1 Volt.


















Sehingga hasil dapat ditunjukkan bahwa akan diperoleh penguatan gelombang sinusoidal sebesar 2 volt (warna biru) dengan masukan gelombang sinusoidal sebesar 1 volt (warna kuning) dengan setting volt/div dan time/div pada masing masing A dan B adalah sama. Bentuk gelombang yang dihasilkan akan tampak bahwa bentuk gelombang keluaran akan berkebalikan dengan bentuk gelombang masukan masukan.