Thursday, 6 September 2012

Thermocouple

Salah satu sensor suhu yang biasa digunakan untuk temperatur tinggi adalah thermocouple. Sensor ini biasa digunakan untuk peralatan seperti hot plate, furnace dan alat alat pemanas lainnya. Selain akurat sensor thermocouple tersebut juga merupakan sensor yang sering digunakan di industri karena sudah memiliki standar khusus dan ketahanan yang baik. Sehingga untuk pemakaian temperatur tinggi pada jangka waktu yang lebih lama akan lebih awet daripada menggunakan sensor suhu yang terbuat dari bahan semikonduktor yang terintegrasi.
Thermocople Tipe-K







Hot Plate yaitu salah satu contoh dari perangkat yang didalamnya menggunakan thermocouple sebagai sensor suhunya.

Wednesday, 5 September 2012

Power Supply Switching

Salah satu yang sering kita temui dalam peralatan elektronika akhir-akhir ini yaitu power supply switching. Selain bentuknya yang mungil, ringkas dan rapi, juga dapat memberikan manfaat lebih yaitu arus listrik yang dihasilkan cukup besar dibandingkan dengan power supply umum yang menggunakan inti besi apabila diperhatikan dari segi ukuran dimensi yang sama.

Pada power supply switching ini transformator yang digunakan khusus yaitu menggunakan trafo switching yang memiliki ukuran bervariasi tergantung dari besarnya kuat arus listrik yang akan dihasilkan. Untuk menghasilkan tegangan pada kumparan sekunder tranfo switching ini memerlukan suatu rangkaian khusus pada kumparan primernya, hal ini bertujuan agar mendapatkan frekuensi tegangan AC yang sangat tinggi (biasanya dalam orde diatas 25 KHz) sebagai masukan dalam kumparan primer trafo switching tersebut. Biasanya pada rangkaian primer trafo switching tersebut terdapat osilator khusus yang biasa digunakan yaitu osilator L-C atau menggunakan IC tertentu sebagai osilatornya. Sehingga osilator tersebut akan digunakan untuk mengendalikan transistor sebagai saklar atau dapat pula digunakan FET yang membuat suatu pulsa tegangan masukan dengan arus cukup besar yang dilewatkan pada kumparan primer trafo switching tersebut tentunya dengan frekuensi sama dengan frekuensi osilatornya tadi. Satu hal lagi yang wajib diketahui bahwa untuk mengasilkan pulsa dan tegangan masukan pada trafo switching tersebut, tegangan masukan yang berasal dari sumber AC 220 Volt / 50 Hz harus dijadikan tegangan DC terlebih dahulu dengan disearahkan menggunakan dioda dan kapasitor filter (polar / elektrolit), serta bila perlu ditambah dengan induktor, resistor daya besar dan kapasitor nonpolar untuk menyesuaikan arus listrik yang akan dilewatkan pada kumparan primer trafo switcing tersebut.  Dioda dan kapasitor yang akan digunakan untuk penyearah harus memiliki nilai yang disesuaikan dengan tegangan sumber agar tidak cepat rusak dan diwajibkan untuk melihat datasheet untuk dioda tersebut. Untuk pemakaian arus kecil dapat digunakan dioda IN4007 dan bila memerlukan arus lebih besar dapat digunakan dioda IN5408, BY 228, dan sejenisnya. Sedangkan pada kapsitor filter harus menggunakan tegangan kerja minimal 400 volt DC serta perhatikan betul polaritasnya.

Gambar dioda penyearah untuk rangkaian power supply switching
tipe BY-228.









Sunday, 2 September 2012

Mikrokontroler

Pada dunia elektronika, mikrokontroler sangat berperan penting dalam kemajuan teknologi. Terlebih lagi dapat menjangkau banyak sektor dan bidang mulai dari kepentingan pembelajaran, sampai dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari, bahkan dapat pula dipakai dalam skala yang lebih besar yaitu dalam dunia industri. Mungkin yang menjadikan mikrokontroler lebih unggul daripada perangkat kontrol yang lain yaitu selain harganya yang relatif lebih murah dan mudah dijangkau karena banyak terdapat ditoko elektronika. mikrokontroler ini banyak sekali pilihan dan jenisnya, mulai dari segi ukuran kapasitas memori flash yang digunakan untuk menyimpan program, kemudian fitur-fitur pendukung yang melengkapi mikrokontroler tersebut seperti ADC, timer, counter, PWM, komunikasi serial, I2C, SPI, dan lain sebagainya. Mikrokontroler ini juga banyak diproduksi beberapa perusahaan seperti Atmel, Microchip, dan lain-lain. Sehingga kita dapat memilih sesuai dengan kebutuhan yang kita perlukan.

Led Seven Segmen

Led seven segmen merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam dunia elektronika sebagai penampil angka yang menyatakan suatu nilai yang terukur. Seven segmen sebenarnya gabungan dari beberapa lampu led yang disusun berbentuk angka delapan, karena angka delapan dapat mewakili dari semua elemen penyusun wujud tampilan dari angka angka desimal yang lain dari nol hingga sembilan.

Contoh gambar nyata lampu led seven segmen.









Pada seven segmen tersebut karena disusun dari lampu led dan seperti kita ketahui bahwa lampu led merupakan semikonduktor, maka secara otomatis lampu led seven segmen juga merupakan suatu komponen yang bersifat semikonduktor. Sehingga pada seven segmen tersebut memiliki 2 macam konfigurasi susunan lampu led penyusun yaitu common anoda (CA) dan common katoda (CK). Pada lampu led seven segmen common anoda dan katoda yang membedakan keduanya dalah pada susunan pin yang dihubungkan bersamaisama pada masing-masing led penyusunnya. Untuk lebih jelas dapat dilihat gambar berikut yang membedakan konfigurasi utama pada common anoda dan katoda.

Saturday, 1 September 2012

Regulator Tegangan DC

Regulator tegangan dalam perangkat dan rangkaian elektronika sangatlah penting, karena hal ini sangat mempengaruhi kinerja dan stabilitas dari suatu perangkat yang ada. Apabila suatu perangkat tidak dilengkapi suatu komponen yang mendukung untuk regulasi catu daya maka tidak heran apabila suatu perangkat tersebut tidak akan bertahan lama, meskipun pada saat awal pembuatan perangkat tersebut terlihat normal.

Regulator selain bertugas untuk mengatur tegangan memiliki fungsi khas yaitu untuk menjaga kestabilan level tegangan dari suatu catu daya yang digunakan, sehingga dengan suatu pembebanan tertentu maka hasil keluaran dari suatu regulator tegangan akan lebih stabil dan mempertahankan level tegangan tersebut sesuai dengan batasan level tegangan pada tiap regulator sampai batas maksimum arus yang mampu diberikan oleh keluaran dari suatu regulator tegangan tersebut. sehingga tidak heran apabila suatu perangkat yang telah dilengkapi regulator tegangan, keluaran masih tetap turun dibawah batas level tegangan tersebut karena telah melampaui batasan arus listrik yang mampu diberikan oleh suatu regulator tegangan akibatnya pada komponen regulator tegangan terjadi panas yang berlebihan (overheat) yang berakibat merusak regulator tegangan itu sendiri apabila digunakan dalam waktu yang lama. Biasanya untuk mengantisipasi penurunan tegangan akibat arus listrik yang dibebankan melebihi dari batasan kemampuan regulator dapat ditambahkan suatu transistor sebagai penguat arus dengan catatan bahwa arus dari sumber yang masuk ke regulator harus lebih besar dari batasan arus maksimum regulator tegangan itu sendiri.